Pengawas PAI Menyala, BRUS Banyumas Bentengi Remaja Qur’ani

0
IMG-20260806-WA0143

RTNews. Purwokerto || Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan 16 Tahun 2026 di SMA Negeri 4 Purwokerto, Kamis (06/08/2026).

Program ini menjadi langkah awal pembinaan remaja yang selanjutnya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyumas.

Pengawas Pendidikan Agama Islam Kabupaten Banyumas, Siti Nur Hidayati, dipercaya menjadi narasumber bersama praktisi dan tenaga profesional lainnya.

Kehadiran pengawas PAI dalam forum ini menegaskan peran strategis pengawas tidak hanya sebagai pengendali mutu pendidikan, tetapi juga pembina karakter dan pendamping generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, mengajak seluruh narasumber menjadikan BRUS sebagai gerakan pembinaan yang dijalankan secara profesional dan berdampak nyata.

Mengutip prinsip kepemimpinan John Maxwell, ia menegaskan pentingnya memahami arah program, melaksanakan sesuai pedoman, dan menjadi teladan bagi remaja.

“Program yang baik akan memberikan dampak apabila dipahami, dijalankan dengan benar, dan disebarluaskan melalui cara-cara yang kreatif,” tegasnya.

Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Banyumas, Agus Setiawan, menekankan bahwa keberhasilan BRUS tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara sekolah, keluarga, penyuluh agama, pengawas, dan masyarakat menjadi kunci agar pembinaan remaja berlangsung berkelanjutan dan menyentuh kehidupan mereka secara nyata.

“Sekolah, keluarga, penyuluh agama, pengawas, dan masyarakat harus membangun relasi yang kuat agar pembinaan remaja berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.

Materi BRUS disusun secara komprehensif, meliputi konsep diri remaja Qur’ani, tantangan remaja masa kini seperti perkawinan anak dan kehamilan remaja, perlindungan diri, relasi sosial, pengelolaan emosi, keterampilan komunikasi, hingga pengambilan keputusan. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dengan pendekatan edukatif dan preventif agar peserta mampu mengenali potensi diri, mengelola risiko, dan mengambil keputusan bijak berdasarkan nilai agama dan kehidupan.

Kepada awak media, Kamis (06/08/2026), Siti Nur Hidayati menegaskan bahwa Program BRUS bukan sekadar penyampaian materi di ruang kelas, melainkan ikhtiar menyelamatkan masa depan remaja agar tidak terjerumus pada pernikahan dini, pergaulan bebas, kekerasan, maupun berbagai persoalan sosial yang merusak martabat diri dan keluarga.

“Remaja harus dibekali iman, ilmu, dan kemampuan melindungi diri. Ketahanan remaja tidak cukup hanya dengan nasihat, tetapi harus dibangun melalui pemahaman agama, kecerdasan emosi, keterampilan komunikasi, dan keberanian mengambil keputusan yang benar,” tegasnya.

Siti Nur Hidayati menambahkan bahwa penguatan karakter Qur’ani harus dilakukan secara bersama-sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, ketika remaja merasa didengar, dihargai, dan dibimbing dengan kasih sayang, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat menghadapi tekanan zaman digital.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak mudah rapuh, tidak mudah terbawa arus, dan tidak kehilangan jati diri. Remaja Banyumas harus menjadi generasi Qur’ani yang santun, bertanggung jawab, serta mampu menjaga kehormatan diri dan keluarganya,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan BRUS dilakukan secara humanis dan preventif, bukan menghakimi remaja. Edukasi tentang perlindungan diri, relasi sehat, dan pengambilan keputusan dipandang sebagai bentuk kepedulian agar para pelajar mampu merencanakan masa depan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

“Mencegah jauh lebih mulia daripada menyesali. Ketika remaja memahami nilai agama dan menghargai dirinya, insyaallah mereka akan lebih siap meraih cita-cita dan menapaki kehidupan dengan penuh kemuliaan,” pungkasnya.

Melalui Program BRUS, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berharap lahir generasi muda yang matang spiritual, cerdas emosional, kuat secara sosial, serta tetap teguh menjaga jati diri sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pembinaan ini menjadi ikhtiar menanam cahaya iman agar langkah remaja Banyumas tetap teduh, terarah, dan membawa harapan bagi masa depan bangsa.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *