Gotong Royong Tanpa Kompromi! Warga Kalipuro Asri Tancap Gas Bangun Masjid, Bukti Nyata Kepedulian dan Persatuan
RTNews. BANYUWANGI – Di tengah teriknya matahari pagi, semangat warga Perumahan Kalipuro Asri, Kecamatan Kalipuro, tak surut sedikit pun. Mereka bahu – membahu dalam kerja bakti pembangunan masjid, mengangkat material, mengaduk semen, hingga merangkai struktur bangunan —sebuah pemandangan yang menegaskan bahwa gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat.
Tanpa sekat, tanpa pamrih, warga dari berbagai latar belakang turun langsung ke lapangan. Pembangunan masjid ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dijaga.
Ketua (RW) Lingkungan Kalipuro Asri, Agus Pitono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap percepatan pembangunan rumah ibadah di lingkungan nya. Gotong royong ini adalah bukti bahwa masyarakat Kalipuro Asri peduli. Kami ingin pembangunan masjid ini cepat selesai agar bisa segera dimanfaatkan bersama,” tegasnya. Tak hanya itu, Agus juga menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar pembangunan. Ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan Antar warga, saling mengenal, dan membangun rasa kebersamaan di lingkungan tempat tinggal,” tambahnya.
Di lokasi, terlihat warga bekerja penuh semangat, mulai dari proses pengecoran hingga penyusunan material bangunan. Tidak sedikit pula yang turut membantu dalam bentuk konsumsi maupun dukungan logistik. Ketua (RW) juga membuka ruang seluas – luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi.
Bagi warga atau pihak lain yang ingin menyumbangkan sebagian rezekinya, bisa langsung berkoordinasi dengan takmir masjid atau pengurus lingkungan Kalipuro Asri,” ujarnya. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus memperkuat nilai – nilai kebersamaan di tengah masyarakat Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kalipuro Asri menjadi bukti bahwa ketika kepedulian bersatu, tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan.
(Ed : Herman Soetiady)


