Guru Harus Bertumbuh dan Adaptif, IGI Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi Dasar di Banjarnegara

0

 

RTNews. Banjarnegara  – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) Tingkat Dasar di Kampus Politeknik Banjarnegara, Kamis (14/5/2026). 

Kegiatan yang diikuti puluhan guru dari lima kabupaten menjadi ruang penguatan kapasitas organisasi sekaligus pengembangan kompetensi guru di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre test sebagai pemetaan awal kompetensi peserta sebelum mengikuti rangkaian materi inti. Kegiatan berlangsung secara luring dan daring selama dua hari, serta diikuti 60 peserta dari Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Cilacap, dan Temanggung.

Ketua Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Banjarnegara, Widarto, S.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan membekali anggota IGI dengan kemampuan dasar manajemen organisasi, kepemimpinan, serta penguatan profesionalisme guru agar mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan di daerah masing-masing.

“Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari secara luring dan daring dengan peserta sebanyak 60 orang dari Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Cilacap, dan Temanggung. Harapannya peserta mampu memahami tata kelola organisasi, membangun kolaborasi, dan meningkatkan kompetensi sebagai guru profesional,” ujarnya.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX yang diwakili Pengawas SMK, Drs. Suwanto, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pola pikir bertumbuh atau growth mindset bagi seorang guru di era pendidikan modern.

“Guru harus memiliki pola pikir yang terus bertumbuh, mau meningkatkan kompetensi, menjaga semangat, kreatif, dan inovatif. Ketika guru memiliki semangat, energinya akan menular kepada siswa. Karena itu, kolaborasi dan praktik baik di sekolah masing-masing harus terus dibangun,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, H. Wakhid Jumali, L.C., M.A. menyoroti tantangan pembangunan daerah yang memerlukan keterlibatan dunia pendidikan, terutama para guru. Menurutnya, persoalan lingkungan hingga menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi tantangan serius yang perlu dijawab melalui pendidikan.

“Banjarnegara saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari persoalan sedimentasi Waduk Mrica hingga menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Literasi ramah lingkungan harus diimplementasikan melalui peran guru. Kuncinya ada pada pembangunan sumber daya manusia, dan guru memiliki peran strategis di dalamnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan melalui organisasi profesi seperti IGI.

Pada sesi materi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Banjarnegara, Teguh Handoko, S.Sos., memaparkan kebijakan pendidikan daerah dalam advokasi perlindungan guru. Ia menjelaskan pentingnya implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman.

“Aturan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, sosiokultural, hingga keamanan digital. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik guru, siswa, orang tua maupun masyarakat untuk menghadirkan sekolah yang inklusif dan bebas kekerasan,” jelasnya.

Pelatihan menghadirkan sejumlah materi strategis, di antaranya AD/ART Ikatan Guru Indonesia oleh Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., Kepemimpinan dalam Organisasi, Manajemen Kegiatan, dan Peraturan tentang Guru oleh Dr. Hibatun Wafiroh, S.Pd., M.Pd., serta materi Wawasan Kebangsaan oleh Azis Purwanto, M.M.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan piagam komitmen bersama oleh seluruh peserta sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan organisasi profesi guru. Komitmen tersebut berbunyi:

“Anggota

 IGI siap berkomitmen meningkatkan mutu, profesionalisme dan kompetensi guru demi mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Rangkaian kegiatan PMO Dasar IGI Jawa Tengah masih akan berlanjut secara daring pada Sabtu, 23 Mei 2026 dengan agenda administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, post test, dan penutupan pelatihan. 

(Pendim 0702/Purbalingga/Warto/Redaksi)

Tinggalkan Balasan