Kemenhaj Banyumas Monev Dam Tamattu’, Pastikan Syariat Terjaga dan Manfaat Tersalurkan Tepat
RTNews. Banyumas – Semangat ibadah haji tidak hanya terpatri di Tanah Suci, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kampung halaman. Melalui pelaksanaan Dam Tamattu’ atau hadyu di Tanah Air, ratusan jamaah haji Kabupaten Banyumas tahun 2026 turut menebarkan keberkahan bagi kaum dhuafa dan fakir miskin.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai syariat Islam dan ketentuan yang berlaku, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 26, 27, dan 28 Mei 2026.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, Dr. H. Afifuddin Idrus, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan di 29 titik penyembelihan yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan pelaksanaan Dam Tamattu’ berjalan sesuai syariat, tertib administrasi, transparan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat penerima,” tegas H. Afifuddin Idrus.
Sebanyak 328 jamaah haji Banyumas tahun 2026 melaksanakan penyembelihan dam hadyu di sejumlah titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Dalam pelaksanaannya, tim monitoring yang terdiri atas 11 petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas dan 5 petugas dari KBIHU turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Menurut H. Afifuddin Idrus, pelaksanaan dam hadyu bukan sekadar penyempurna rangkaian ibadah haji, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan sosial bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, daging hasil penyembelihan hadyu seluruhnya diperuntukkan bagi fakir miskin di Kabupaten Banyumas. Inilah indahnya ajaran Islam, ketika ketaatan kepada Allah SWT berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan Dam Tamattu’ di Banyumas berlangsung dengan baik, tertib, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami berharap pelaksanaan Dam Tamattu’ di Tanah Air dapat terus menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan umat, memberikan kemudahan bagi jamaah, serta memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KBIHU Muhammadiyah Banyumas, Prof. Dr. Makhful, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada jamaah untuk melaksanakan dam hadyu di Tanah Air.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kemudahan bagi jamaah haji dalam melaksanakan dam hadyu di Tanah Air. Selain memudahkan jamaah, manfaatnya juga langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk ibadah yang menghadirkan keberkahan dan kemanfaatan yang luas,” ungkapnya.
Pelaksanaan Dam Tamattu’ tahun 2026 di Kabupaten Banyumas menjadi bukti bahwa nilai-nilai ibadah haji tidak berhenti pada ritual semata. Dari hewan hadyu yang disembelih hingga daging yang dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima, tersirat pesan pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas sosial yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam.
Melalui monitoring yang dilakukan secara menyeluruh, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas memastikan setiap amanah jamaah haji terlaksana dengan baik, syariat terjaga, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
(Redaksi)


