MUI Kabupaten Pekalongan Dikukuhkan, Siap Kawal Pembangunan Umat
RTNews. Pekalongan — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan Masa Khidmah 2025-2030 resmi dikukuhkan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/04/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag., di hadapan para kiai, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam prosesi yang sarat nuansa religius dan khidmat itu, KH. Tajuddin Shorih diamanati sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Pekalongan didampingi Drs. H. Busaeri, M.H. sebagai Wakil Ketua Umum. Kepengurusan diperkuat sejumlah tokoh ulama dan cendekiawan muslim guna mengemban amanah membina umat serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Pekalongan.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada fisik semata, namun juga harus menyentuh pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan manusia harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara MUI dan pemerintah perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks,” tegas Sukirman.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman. Menurutnya, anak-anak muda harus dibekali ketangguhan moral dan akhlak agar tidak mudah tergerus pengaruh negatif.
“Karakter generasi muda perlu kita kedepankan. Mereka membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Pekalongan, KH. Tajuddin Shorih, menegaskan bahwa tema pelantikan tentang peran strategis MUI dalam mendukung pembangunan umat berkelanjutan bukan sekadar slogan seremonial, melainkan arah perjuangan bersama demi masa depan masyarakat yang lebih bermartabat.
“Pembangunan yang kita cita-citakan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan spiritual, moral, dan sosial ekonomi umat yang harus berlangsung secara berkesinambungan dari masa ke masa,” ujarnya.
KH. Tajuddin menjelaskan, MUI ke depan akan fokus menjalankan tiga peran utama, yakni menjaga akidah dan ukhuwah umat, menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan masyarakat, serta menjadi pelopor pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai keislaman. MUI juga akan mendorong penguatan ekonomi umat, pengelolaan zakat dan wakaf produktif, hingga pencegahan narkoba dan penyakit sosial lainnya.
Di sisi lain, Sekretaris Umum MUI Jawa Tengah, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag., menekankan bahwa MUI merupakan wadah ulama Indonesia yang harus tetap berpijak pada nilai-nilai keindonesiaan dalam menjalankan fungsi keagamaan dan keulamaan.
“Kita ini Majelis Ulama Indonesia. Karena itu kita bergerak dalam porsi keulamaan keindonesiaan. Jangan sampai kita sebagai ulama Indonesia justru menyuarakan keulamaan yang lain, karena ada hal-hal khusus yang tidak sama antara Indonesia dengan negara muslim lain,” tandasnya tegas.
Pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Pekalongan ini menjadi penanda kuatnya ikhtiar ulama dan umara dalam merawat persatuan umat, memperkuat nilai-nilai moral, serta menyalakan cahaya pembangunan yang tidak hanya membangun gedung dan jalan, tetapi juga membangun hati, akhlak, dan peradaban masyarakat menuju Kabupaten Pekalongan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.
(Kontributor //Agus F/Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)


