Jateng Bangkit! Pokjawas PAI Nyalakan Lompatan Inovasi Pendidikan Islam

0
IMG-20260730-WA0265

RTNews. Salatiga || Semangat membangun generasi berakhlak mulia dan berilmu kembali menyala dari Kota Salatiga. Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari narasumber di lingkungan Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 50 pengurus organisasi profesi guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan dan Penguatan Program Kerja Pokjawas PAI, FKG PAI TK, KKG PAI SD, serta MGMP PAI SMP, SMA, dan SMK di Grand Wahid Hotel Salatiga, 29–30 Juli 2026.

Forum ini bukan sekadar rapat program, melainkan ruang suci gagasan untuk menata masa depan pendidikan agama di tengah arus transformasi digital. Para peserta memaparkan program prioritas guna memperkuat mutu pembelajaran, pengawasan, dan pembentukan karakter peserta didik yang cerdas, beriman, serta berakhlakul karimah.

Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah, Kasan Asari, menegaskan bahwa implementasi Capaian Pembelajaran berdasarkan Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 harus dibarengi budaya refleksi dan dokumentasi praktik baik.

“Guru PAI Jawa Tengah harus menjadi produsen inovasi pembelajaran. Setiap praktik baik yang lahir dari kelas perlu didokumentasikan sebagai karya ilmiah yang dapat menginspirasi guru-guru di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Suasana semakin menggelora ketika Wakil Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah, Siti Nur Hidayati (Inung), memaparkan tiga program unggulan: Lomba Guru dan Pengawas PAI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah, percepatan digitalisasi kepengawasan, serta Pelatihan Bagi Guru PAI dalam Pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an Peserta Didik Berkebutuhan Khusus sebagai penguatan Gerakan Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an (TBTQ).

“Era digital menuntut cara kerja baru. Pengawasan tidak boleh lagi identik dengan sekadar mengisi daftar cek. Semangat inovasi harus dihidupkan kembali agar pengawasan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujar Inung, peraih Juara I Nasional Pengawas PAI Berprestasi 2023.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan layanan pendidikan agama bagi seluruh anak bangsa.

“Guru PAI perlu dibekali kompetensi khusus agar mampu mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus secara profesional, penuh empati, dan sesuai karakteristik belajarnya,” tandasnya.

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Aini Sa’adah, menyampaikan apresiasi atas semangat inovasi para pengurus organisasi profesi.

“Semoga harapan ini bukan sekadar mimpi di siang bolong. Jawa Tengah harus terus menjaga semangat berkarya, berinovasi, dan melahirkan prestasi. Organisasi profesi harus menjadi motor penggerak perubahan yang menghadirkan manfaat nyata bagi guru, peserta didik, dan masyarakat,” ujarnya disambut antusias peserta.

FGD yang turut dihadiri Ketua Tim Bidang PAI jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB ini menjadi penanda kuat bahwa transformasi Pendidikan Agama Islam di Jawa Tengah akan dibangun melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi. Dari Salatiga, terbit harapan baru: pendidikan agama tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut hatinya, kuat imannya, dan bermanfaat bagi sesama, sebagaimana pesan mulia agama,

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

(**)

Tinggalkan Balasan