Selapanan An-Nur Rejasari, Zakat Mengalir Hati pun Teduh

0
IMG-20260802-WA0083

RTNews. Purwokerto || Suasana teduh penuh dzikir dan syukur menyelimuti Pengajian Rutin Selapanan UPZ Mushola An-Nur Rejasari, Purwokerto Barat, Ahad (02/08/2026).

Kegiatan yang digelar di Sekretariat UPZ An-Nur, Jalan H. Mashuri Gg. Sirkaya RT 03 RW 01 Rejasari ini dihadiri Takmir Mushola An-Nur, penasihat dan pembina Ust. Daryanto, Ketua UPZ Asmah Asiyah beserta jajaran pengurus, petugas lapangan UPZ, jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu, para muzaki, munfiq, mustahiq, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Acara diawali dengan dzikir Asmaul Husna dan kalimat thayyibah yang dipimpin Ust. Daryanto, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua UPZ An-Nur Asmah Asiyah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ An-Nur agar manfaatnya semakin luas dirasakan umat.

“Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan menghadirkan keberkahan dan kepedulian. Kami mengajak masyarakat terus menyengkuyung UPZ An-Nur agar manfaatnya semakin besar bagi sesama,” tegas Asmah Asiyah.

Pengajian dan doa disampaikan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, H. Kodir, S.H.I., M.Pd. Ia mengapresiasi UPZ An-Nur yang dinilai aktif, tertib, dan konsisten menebar manfaat melalui pengelolaan ZIS sesuai aturan yang berlaku serta menjunjung prinsip 3 Aman: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.

“UPZ An-Nur Rejasari adalah contoh gerakan zakat yang hidup di tengah masyarakat. Pengelolaan ZIS harus dilakukan dengan amanah, sesuai syariat, sesuai aturan, dan membawa kemaslahatan umat. Monggo sami disengkuyung bersama,” ujar H. Kodir dengan penuh semangat.

Dalam mauidzah hasanahnya, H. Kodir mengajak jamaah menjalani hidup dengan banyak bersyukur dan tidak berlebihan dalam mengeluh. Ia mengingatkan bahwa tempat terbaik untuk mencurahkan segala keluh kesah adalah kepada Allah SWT di sepertiga malam.

“Kalau ingin mengadu, mengadulah kepada Gusti Allah SWT dengan sepenuh hati. Tumpahkan semua kepada-Nya. Wong urip memang butuh duit, tetapi tidak semua harus diselesaikan dengan uang. Ada kasih sayang, doa, silaturahmi, dan sedekah yang nilainya jauh lebih mulia,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa ngaji harus dijalani dengan hati yang rileks dan diamalkan meski sedikit. Menurutnya, Rasulullah SAW pun mengalami kesusahan, namun kesusahan beliau adalah memikirkan umat, sedangkan manusia kebanyakan sibuk memikirkan dirinya sendiri. Pesan itu diperkuat dengan dalil umum yang mudah dipahami, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu” (QS. Ibrahim: 7), serta sabda Nabi SAW, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu jamaah, Wahyu warga Rejasari, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pengurus UPZ An-Nur. Ia mengaku masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara amanah.

“Kami merasakan sendiri manfaatnya. Semoga UPZ An-Nur semakin maju, para pengurus diberi kesehatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam melayani umat,” ungkap Wahyu penuh haru.

Pengajian rutin selapanan ini menjadi bukti bahwa mushola bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang merajut silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, dan menguatkan semangat berbagi. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, lantunan dzikir, syukur, dan ajakan bersedekah dari Mushola An-Nur Rejasari menghadirkan pesan sederhana namun menyejukkan: hidup akan terasa lebih ringan ketika hati dekat kepada Allah SWT dan tangan ringan membantu sesama.

(**)

Tinggalkan Balasan