Polimarin dan NU Tugu Menyalakan Dakwah Digital Pesisir
RTNews. Semarang || Di bawah cahaya Masjid Jami’ Baitul Amin, Tugurejo, Kota Semarang, Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tugu menyalakan ikhtiar dakwah digital yang berpadu dengan kepedulian terhadap kelestarian pesisir. Sabtu (01/08/2026).
Pelatihan Pengembangan Website dan Konten Dakwah Digital ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari pengurus MWC NU, kader badan otonom NU, remaja masjid, pengelola media masjid, dan tim pengabdian Polimarin mengikuti pelatihan pengelolaan website, pembuatan infografis, produksi video dakwah singkat, hingga strategi pengelolaan media sosial. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kader NU menyampaikan pesan keislaman yang menyejukkan sekaligus membangun kesadaran menjaga lingkungan pesisir.
Ketua Tim PKM Polimarin, Ahmad Umam Aufi, menegaskan bahwa dakwah pada era digital harus hadir di ruang-ruang yang dekat dengan generasi muda.
“Dakwah hari ini harus hadir di ruang digital. Website, media sosial, video pendek, dan infografis menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus membangun kesadaran menjaga lingkungan pesisir,” tegasnya.
Ketua MWC NU Kecamatan Tugu, Gus Sabiq Kamalul Haq, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya dakwah yang mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“MWC NU Tugu menyambut baik kolaborasi ini. Kita tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi. Dakwah harus mampu mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui pelatihan ini, kami berharap kader NU semakin siap berdakwah di ruang digital sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan pesisir,” ujarnya.
Penguatan literasi digital juga disampaikan narasumber dari NU Online, Hilman Najib. Menurutnya, media digital bukan sekadar alat publikasi, melainkan ruang strategis membangun narasi Islam yang moderat dan relevan dengan persoalan masyarakat.
“Konten dakwah di era digital harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Bukan hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan nyata masyarakat, termasuk isu lingkungan dan sosial,” ungkap Hilman.
Pelatihan ini menghasilkan penguatan website profesional MWC NU Tugu, tersusunnya konten dakwah bertema Islam dan lingkungan pesisir, serta terbentuknya Tim Admin Website dan Konten Kreator MWC NU Tugu. Polimarin juga berkomitmen melakukan pendampingan teknis agar pengelolaan website dan produksi konten dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat ini, dakwah ekologis diharapkan tidak berhenti di mimbar masjid, tetapi tumbuh menjadi gerakan literasi digital yang menebar ilmu, menjaga alam, dan menguatkan peran masjid sebagai pusat edukasi, informasi, serta transformasi sosial bagi masyarakat pesisir. Sebab menjaga pantai, mangrove, dan laut bukan sekadar tugas kemanusiaan, melainkan bagian dari amanah keagamaan yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
(Redaksi)
