Rumah Djarwoto Juru Parkir Hangus, Uluran Kepedulian Jadi Harapan
RTNews. BANYUMAS || Musibah kebakaran melanda rumah Djarwoto di Desa Pangebatan RT 002/RW 006, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/08/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Api membakar bagian depan rumah hingga sejumlah bangunan dan barang di dalamnya rusak serta hangus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kepada awak media, Djarwoto selaku sohibul musibah menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari sepeda listrik yang berada di ruangan depan, tepat di bawah atap seng yang terpapar panas. Sepeda listrik tersebut sudah lama tidak digunakan dan saat kejadian tidak sedang di-charge.
“Sepeda listrik itu sudah lama tidak dipakai dan saat kejadian juga tidak sedang di-charge. Sepeda berada di ruangan depan, di bawah seng, dan hawa panas menjadi awal munculnya kebakaran,” tutur Djarwoto.
Keterangan tersebut merupakan penjelasan awal dari sohibul musibah dan bukan kesimpulan teknis mengenai penyebab kebakaran. Kepastian penyebab tetap menjadi kewenangan pihak berwenang berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum api diketahui, sekitar pukul 12.30 WIB Djarwoto sedang memasak atau menggoreng telur di dapur. Sekitar pukul 13.00 WIB, ia melihat kepulan asap hitam dari arah ruangan depan. Saat dihampiri, api sudah menyala sehingga Djarwoto segera keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar berdatangan memberikan pertolongan awal. Mereka bersama-sama berusaha memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Kapin, Ketua RT 002/RW 006 Desa Pangebatan, sekaligus pelapor, segera menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas dan melaporkan kejadian kepada Polsek Karanglewas. Rudi Setiawan tercatat sebagai saksi.
Sekitar pukul 13.20 WIB, satu unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Jajaran Polsek Karanglewas turut datang untuk mengamankan lokasi dan membantu penanganan. Sekitar pukul 13.45 WIB, api berhasil dipadamkan.
Dalam musibah tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp50 juta, termasuk kerusakan bagian depan rumah, perabotan, serta satu unit sepeda/motor listrik yang disebut dalam kondisi hangus.
Pemdes Pangebatan bergerak mengajukan bantuan
Sehari setelah kebakaran, Kepala Desa Pangebatan Agus Suroto, SH menyampaikan keprihatinan dan memastikan pemerintah desa berupaya membantu korban.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Djarwoto. Semoga diberikan kesabaran dan ketawakalan. Pemerintah Desa Pangebatan juga turut membantu dengan melaporkan kepada pimpinan dan mengupayakan bantuan bagi korban,” tutur Agus Suroto saat dikonfirmasi awak media, Senin (31/08/2026).
Pada hari yang sama, Pemerintah Desa Pangebatan mengirimkan dua surat Nomor 360/43/2026, masing-masing kepada:
Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, perihal Laporan dan Permohonan Santunan Bencana Kebakaran.
Inti surat tersebut melaporkan musibah kebakaran yang dialami Djarwoto, kondisi kerusakan rumah dan barang milik korban, taksiran kerugian sekitar Rp50 juta, serta upaya awal masyarakat yang bergotong royong melakukan pemadaman dan menghubungi petugas Damkar serta kepolisian. Pemdes memohon bantuan guna meringankan beban korban.
Dan Surat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, perihal Laporan dan Permohonan Santunan Bencana Kebakaran.
Surat tersebut berisi laporan resmi kejadian dan kondisi korban sekaligus permohonan bantuan sosial untuk meringankan penderitaan Djarwoto pascakebakaran. Pemdes turut melampirkan dokumen pendukung dan foto lokasi serta kondisi rumah korban.
Harapan Djarwoto, atap kembali berdiri
Di tengah puing dan kerusakan akibat kebakaran, Djarwoto kini hanya bisa berharap kepada uluran kasih sayang, kepedulian dan empati dari berbagai pihak.
“Saya hanya bisa berharap ada uluran kasih sayang, kepedulian dan empati dari para dermawan, pemerintah daerah beserta jajaran, Forkopimda Banyumas, Forkopimcam Karanglewas, dan berbagai pihak lainnya yang berkenan membantu kami bergotong royong merenovasi dan membangun kembali atap rumah untuk tempat berteduh dan tempat tinggal kami sekeluarga, bersama istri dan anak-anak,” ungkap Djarwoto.
Djarwoto mengatakan, selama ini dirinya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak melalui aktivitas sehari-hari sebagai juru parkir di belakang Pasar Kliwon Karanglewas.
“Kami setiap hari berikhtiar memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anak dari aktivitas sebagai juru parkir. Sekarang rumah kami terkena musibah kebakaran. Karena itu kami sangat berharap bantuan dan kepedulian dari siapa pun yang berkenan membantu,” ujarnya.
Kepedulian sahabat dan pedagang mulai berdatangan
Harapan tersebut perlahan mendapatkan jawaban. Sejumlah sahabat dan teman-teman Djarwoto, termasuk rekan sesama juru parkir dan para pedagang di Pasar Karanglewas, datang langsung bersilaturahmi dan melihat kondisi korban.
Mereka turut memberikan bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban Djarwoto dan keluarganya.
Kepedulian juga datang dari keluarga besar guru-guru SMP Negeri 4 Karanglewas yang turut memberikan perhatian dan bantuan kepada sohibul musibah.
Bagi Djarwoto, kedatangan para sahabat, pedagang, rekan juru parkir dan keluarga besar guru tersebut menjadi kekuatan moral di tengah musibah.
Pemkab dorong bantuan diperluas
Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra), turut menyampaikan keprihatinan dan mendoakan agar Djarwoto diberikan kesabaran serta mendapatkan penggantian yang lebih baik.
Nungky juga mengingatkan Pemerintah Desa Pangebatan agar mengajukan permohonan bantuan kepada PMI Banyumas, sebagai tambahan ikhtiar setelah pengajuan kepada BPBD dan Dinas Sosial.
Sementara itu, melalui informasi yang disampaikan Budi Suharyanto, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Banyumas menyampaikan bahwa Dinsos akan mendatangi lokasi pada Selasa (01/0pl9/2026) untuk melakukan asesmen. Asesmen tersebut akan dipimpin salah satu kepala bidang terkait sebagai bahan menentukan tindak lanjut bantuan.
Kapolresta Banyumas imbau warga waspada
Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., saat dihubungi awak media melalui jaringan telpon, menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan mendoakan agar semakin banyak pihak yang membantu pemulihan rumah korban.
“Semoga segera banyak yang membantu renovasi rumah. Polresta Banyumas juga akan ikut berpartisipasi,” ujar Petrus.
Petrus sekaligus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 yang disertai suhu panas dan angin kencang. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, memeriksa instalasi listrik, menghindari penggunaan stopkontak bertumpuk, memastikan perangkat elektronik aman, serta memeriksa kompor dan perangkat gas.
Masyarakat juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta dianjurkan menyediakan APAR atau sarana pemadam sederhana seperti air, pasir dan karung goni basah.
Kebakaran telah memadamkan sebagian rumah Djarwoto, tetapi belum memadamkan harapan. Dari tangan warga yang memberikan pertolongan pertama, petugas yang berjibaku memadamkan api, pemerintah desa yang mengetuk pintu bantuan, hingga sahabat, pedagang dan para guru yang hadir membawa kepedulian, tumbuh satu pesan kemanusiaan: musibah akan terasa lebih ringan ketika ditanggung bersama.
Kini Djarwoto dan keluarganya membutuhkan tempat berteduh untuk kembali menata kehidupan. Semoga uluran tangan para dermawan, pemerintah daerah dan jajarannya, Forkopimda Banyumas, Forkopimcam Karanglewas, dunia usaha, komunitas, sahabat, tetangga dan seluruh masyarakat menjadi jalan untuk membangun kembali atap rumah yang terbakar.
Api boleh membakar rumah, tetapi jangan sampai membakar harapan.
Semoga Allah SWT membuka pintu pertolongan, melapangkan rezeki, menguatkan hati Djarwoto dan keluarga, serta mengganti setiap kehilangan dengan keberkahan dan kehidupan yang lebih baik.
(Redaksi)
