Kemarau Berkepanjangan, Warga Kampung Duren Terpaksa Manfaatkan Air Selokan
RTNews. BOGOR – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sejumlah warga di wilayah RW 06, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kondisi tersebut dirasakan warga Kampung Duren, khususnya RT 04/RW 06. Sejumlah sumur milik warga mengalami kekeringan sehingga kebutuhan air sehari-hari menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat.
Pantauan di Kampung Duren, Kamis (17/9/2026), kondisi sumber air di lingkungan warga mulai menipis. Bahkan, salah seorang warga terpaksa memanfaatkan air yang berada di selokan di kolong jembatan Kampung Duren untuk memenuhi kebutuhan air.
Herman, salah seorang warga Kampung Duren RT 04/RW 06, mengatakan sumur di rumahnya sudah sekitar dua minggu tidak lagi mengeluarkan air akibat kemarau yang berkepanjangan.
“Sudah sekitar dua minggu sumur di rumah kering. Karena kebutuhan air tetap harus dipenuhi, akhirnya saya terpaksa mengambil air dari selokan yang berada di kolong jembatan Kampung Duren,” ujar Herman.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Ketika sumur mengering, warga harus mencari sumber air lain agar kebutuhan rumah tangga tetap dapat terpenuhi.
Herman berharap ada perhatian dan solusi dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.
“Kami berharap ada bantuan air bersih untuk warga yang sumurnya sudah kering. Kalau kondisi kemarau seperti ini terus berlangsung, tentu kebutuhan air akan semakin sulit,” katanya.
Kekeringan sumur tersebut menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau. Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya langkah antisipasi dan penanganan terhadap kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak.
Warga berharap bantuan air bersih dapat segera disalurkan apabila kondisi kekeringan semakin meluas, sehingga masyarakat tidak perlu mengandalkan sumber air yang kualitas dan kelayakannya belum tentu memenuhi kebutuhan untuk keperluan sehari-hari.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, sembari menunggu adanya perubahan kondisi cuaca dan solusi penyediaan air bagi warga yang mengalami kekeringan.
(Red)
