Dandim 0736/Batang Turut Ramaikan Kegiatan Even Bhimasena Run For Whale Shark 2026
RTNews. Batang || Pelestarian terhadap biota dan fauna di lingkungan perairan laut Jawa khususnya hiu paus saat ini menjadi fokus PT. Bhimasena Power Indonesia. Salah satu upaya yang dioptimalkan melalui sosialisasi kepada masyarakat dengan menggandeng ratusan Batang Runners untuk menyukseskan even Bhimasena Run for Whale Shark 2026, Minggu pagi (27 September 2026) Start dari Pendopo Kabupaten Batang dengan jarak 6 km.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, memilih lari sebagai media sosialisasi karena masyarakat Batang khususnya para pelari Batang Runners memiliki antusias yang tinggi. Hal tersebut terbukti dengan jumlah pendaftar yang melebihi target hingga ribuan orang.
“Dari target semula hanya 200 peserta, namun nyatanya setelah dibuka pendaftaran, sampai 1.000 orang. Kami akui tidak mengira sebayak itu, karena kapasitas hanya untuk 370, akhirnya kami putuskan akan menggelar lagi tahun depan dengan kapasitas peserta yang lebih besar lagi,” ungkapnya.
Melihat antusias peserta yang tinggi, Ketua Koni Batang, Teguh Supriyanto pun mengapresiasi karena mayoritas adalah para pelari yang berpengalaman. Terlebih even lari ini disisipi dengan pesan moral untuk turut menjaga ekosistem dan fauna laut seperti hiu paus.
“Alhamdulillah Bhimasena Power Indonesia ada kerja sama dengan Batang Runners, meskipun hanya lari dan bukan untuk prestasi. Tapi jika dilihat pesertanya 90 persen adalah pelari semua, semoga tahun mendatang even serupa bisa digelar kembali dan meningkat untuk prestasi,” harapnya.
Menariknya, tidak hanya sekadar berlari, namun banyak pula peserta yang menampilkan properti sebagai pesan moral sesuai tema yang diusung yakni pelestarian hiu paus. Salah satu anggota Batang Runners, Taufan Alfaisi sengaja mengenakan properti topi bermotif hiu paus untuk memeriahkan even Bhimasena Run for Whale Shark 2026.
“Ini saya pakai kostum hiu paus bahannya steroform bekas yang saya buat selama tiga jam, jadi tanpa biaya biar unik dan lain dari yang lain. Kalau even ini banyak positifnya, karena selain sehat juga mengingatkan kita sebagai manusia untuk menjaga kehidupan biota laut, jangan buang sampah ke laut, biar tidak punah,” bebernya.
Diakuinya, setalah bergabung sebagai bagian dari Komunitas Batang Runners, kondisi fisik jauh lebih prima dari sebelumnya. “Dulu saya termasuk obesitas mas, berat badan sebelum gabung 102 kilogram, Alhamdulillah sekarang sudah 72 kilogram,” bebernya.
Ia pun memotivasi bagi para sahabat yang saat ini masih tergolong obesitas, tidak perlu berkecil hati, maksimalkan usaha untuk mendapat berat badan proporsional. “Jangan dengarkan bulian orang, yang penting usaha keras, olahraga salah satu pilihannya lari. Terus usahakan hindari makan di atas jam 7 malam,” tandasnya.
(Warto)
