Audiensi ke Kemenag, PEWARNA Indonesia DKI Jakarta Dorong Sinergi Pers, Kerukunan dan Kebangsaan

0
IMG-20260928-WA0050

RTNews. JAKARTA – Bukan sekadar membawa program, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) mendatangi Kementerian Agama RI untuk membangun komunikasi dan membuka ruang sinergi dalam memperkuat kerukunan, kehidupan kebangsaan serta peran pers di tengah masyarakat.

Audiensi dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., berlangsung di Gedung Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026) pukul 13.00 WIB.

Pertemuan berlangsung di lingkungan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI lantai 11. Rombongan dipimpin Dr. Antonius Natan selaku Ketua Panitia Pelaksana.

Turut hadir Luther Sembiring, S.Sos., M.M.; Y. Suwidodo, Sekretaris Daerah PEWARNA Indonesia DKI Jakarta; Pdt. Herru Widjaja, Pembina PEWARNA Indonesia DKI Jakarta; serta Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D, Ketua PEWARNA Indonesia DKI Jakarta.

Bukan Sekadar Meminta

Dalam audiensi tersebut, organisasi menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk menyampaikan agenda atau meminta dukungan.

PEWARNA menawarkan peran media sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

«“Kami datang bukan hanya untuk meminta, tetapi juga menawarkan sinergi dan kontribusi. Apa yang dapat kami lakukan melalui media dan kegiatan PEWARNA akan kami upayakan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan kehidupan kebangsaan.”»

Dorong Pers Sehat dan Berimbang

Sebagai organisasi wartawan, PEWARNA menyoroti pentingnya ruang publik yang sehat di tengah masyarakat yang majemuk.

Media dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Karena itu, pemberitaan perlu mengedepankan prinsip jurnalistik, verifikasi, keseimbangan dan tanggung jawab.

Komitmen tersebut diarahkan untuk menghadirkan pemberitaan yang mengedepankan kebenaran, keadilan, kasih, persatuan dan keberagaman.

Sampaikan Program API dan Jelajah Budaya Jawa-Bali

Dalam pertemuan itu turut dipaparkan program Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) serta DOA PEWARNA Jelajah Budaya Jawa-Bali.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa, sekaligus mengangkat sejarah serta kekayaan budaya di berbagai daerah.

Rangkaian Jelajah Budaya Jawa-Bali direncanakan berlangsung secara estafet di sejumlah wilayah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat persaudaraan, kerukunan, kebhinnekaan, persatuan serta kecintaan terhadap tanah air.

Bangun Koordinasi dengan Pembimas Kristen

Dalam pelaksanaan kegiatan di daerah, PEWARNA berharap dapat membangun komunikasi dengan jajaran Kementerian Agama, khususnya Pembimas Kristen di masing-masing wilayah.

Koordinasi juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen terkait sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Organisasi menyatakan terbuka terhadap arahan dan masukan Kementerian Agama agar berbagai program dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diharapkan Berlanjut

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan antara PEWARNA dan Kementerian Agama.

Pembangunan bangsa dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, pers, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku budaya dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga kehidupan Indonesia yang damai, rukun dan bersatu.

Melalui jaringan media serta berbagai kegiatan sosial, keagamaan, budaya dan kebangsaan, PEWARNA menyatakan siap mengambil bagian dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog tersebut diharapkan membuka ruang sinergi lebih luas, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, kerukunan umat beragama dan kehidupan kebangsaan.

 

(Magda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *