JOTA-JOTI Banyumas 2026 Resmi Ditutup, Pramuka dan ORARI Makin Solid!

0
IMG-20261019-WA0085

Banyumas. Radartelusurnews.com || Kegiatan Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) Pramuka Banyumas 2026 resmi mengakhiri rangkaiannya pada Minggu, 18 Oktober 2026. Berlangsung selama 15–18 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi ruang belajar teknologi komunikasi radio dan internet sekaligus mempererat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda melalui sinergi Gerakan Pramuka dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Banyumas.

Mengusung tema “Menghubungkan Pramuka, Menyatukan Dunia”, kegiatan dilaksanakan di empat titik, yakni Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas, Sekretariat ORARI Lokal Banyumas, Polsek Banyumas, dan Joglo Kecamatan Jatilawang.

Pembukaan di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, sedangkan penutupan dilaksanakan pada Minggu, 18 Oktober 2026 di masing-masing lokasi kegiatan.

Berdasarkan data yang disampaikan Sekretaris ORARI Lokal Kabupaten Banyumas, Seto Eko Purwanto (YG2BXM), jumlah peserta dan panitia Pramuka di empat lokasi tercatat sebagai berikut:

1. Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas: 200 peserta dan 20 panitia.

2. Sekretariat ORARI Lokal Banyumas: 153 peserta dan 14 panitia.

3. Polsek Banyumas: 71 peserta dan 25 panitia.

4. Joglo Kecamatan Jatilawang: 151 peserta dan 51 panitia.

Dengan demikian, akumulasi data dari empat lokasi mencapai 575 peserta dan 110 panitia, atau 685 orang jika kedua kelompok dijumlahkan.

Angka tersebut merupakan penjumlahan data yang disampaikan narasumber dan belum dipastikan sebagai jumlah individu unik secara terpisah.

Adapun jumlah personel ORARI yang terlibat sebagai pendamping dan tim pendukung kegiatan tercatat sebanyak 30 orang.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 3 – 8 anggota ORARI secara bergantian mendampingi dan membimbing adik-adik Pramuka dalam mengoperasikan perangkat komunikasi radio serta mempraktikkan komunikasi dengan stasiun radio lain selama JOTA-JOTI berlangsung.

Pendampingan meliputi pengenalan perangkat, tata cara berkomunikasi melalui radio, etika penggunaan frekuensi, serta pemahaman mengenai band plan yang harus dipatuhi. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami pentingnya komunikasi yang tertib serta bertanggung jawab.

Sekretaris ORARI Lokal Banyumas, Seto Eko Purwanto (YG2BXM), menjelaskan bahwa dukungan ORARI diawali dengan koordinasi bersama pihak Pramuka, dilanjutkan koordinasi internal untuk menentukan operator dan menginventarisasi perangkat komunikasi.

“Materi edukasi diutamakan mengenai tata cara dan etika dalam berkomunikasi radio,” jelas Seto.

Peserta juga berkesempatan menjalin komunikasi dengan stasiun YH2ABJ, YH2ADJ, YH2AEJ, YH1AHJ, dan YH1BBJ.

Seto berharap kerja sama antara ORARI dan Gerakan Pramuka terus berkembang, tidak hanya dalam JOTA-JOTI, tetapi juga melalui kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ORARI selalu berupaya memberikan peran dan manfaat positif dalam kehidupan bermasyarakat. Teknologi yang semakin maju dan berkembang harus bisa dimanfaatkan sebagai salah satu upaya mengembangkan dunia radio amatir, sehingga akan semakin mendukung peran ORARI dalam melaksanakan pengabdian pada kemanusiaan,” ungkapnya.

Ketua ORARI Banyumas sampaikan apresiasi dan permohonan maaf

Secara terpisah, Ketua ORARI Lokal Kabupaten Banyumas, Hardjo Oemar Sajat (YC2KIL), saat dihubungi awak media menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada koordinator kegiatan, YD2FDA, beserta seluruh tim yang telah terlibat dalam mendukung pelaksanaan JOTA-JOTI Banyumas 2026.

Apresiasi juga disampaikan kepada Gerakan Pramuka Kwarcab Banyumas beserta seluruh jajaran, pengurus, pembina, panitia, dan peserta yang telah membangun sinergi sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana.

Ucapan terima kasih secara khusus turut disampaikan kepada YB2JGX selaku penanggung jawab Izin Amatir Radio (IAR) khusus yang digunakan dalam kegiatan JOTA-JOTI 2026.

Ketua ORARI Lokal Banyumas juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. Hal tersebut diharapkan menjadi catatan dan bahan evaluasi bersama agar penyelenggaraan kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih baik dalam berbagai aspek.

Apresiasi juga ditujukan kepada anggota ORARI Lokal Banyumas yang belum dapat terlibat secara langsung, tetapi tetap memberikan dukungan dan doa bagi kelancaran kegiatan.

Harapannya, pada kegiatan-kegiatan mendatang semakin banyak anggota yang dapat berpartisipasi langsung, berbagi pengetahuan, serta menebarkan manfaat melalui hobi dan keterampilan komunikasi radio amatir.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan organisasi tidak hanya dibangun melalui kehadiran di lapangan, tetapi juga melalui dukungan, kepedulian, dan kesediaan untuk terus berkontribusi.

Hal senada disampaikan Wahyu Handoko (YD2RPC), salah satu unsur pembina Pramuka di jajaran pengurus Kwarcab Banyumas yang juga merupakan anggota ORARI.

Keterlibatan unsur pembina Pramuka yang memahami dunia komunikasi radio menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pendidikan kepramukaan dan pengembangan keterampilan teknologi.

Sinergi tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga JOTA-JOTI tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang berkelanjutan bagi anggota Pramuka dalam mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, etika komunikasi, dan persaudaraan lintas wilayah.

Sementara itu, Endra Alden Rakha Putra, anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas, menerangkan bahwa JOTA-JOTI merupakan sarana strategis untuk memperluas wawasan teknologi, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan mempererat persaudaraan Pramuka hingga tingkat internasional.

Rangkaian kegiatan meliputi praktik komunikasi radio amatir melalui frekuensi HF/VHF, interaksi daring melalui platform ScoutLink dan Discord, pengenalan phonetic alphabet, edukasi etika komunikasi di udara, serta literasi penggunaan media digital secara aman.

Menurut Endra, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan interaktif. Salah satu pengalaman berkesan bagi peserta adalah ketika berhasil melakukan kontak radio langsung atau QSO dengan stasiun JOTA dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, serta bertukar kartu QSL sebagai bukti komunikasi.

“Kegiatan JOTA-JOTI 2026 menjadi ruang belajar strategis bagi Pramuka Banyumas untuk menguasai teknologi komunikasi radio dan digital secara bijak. Kami berharap pengalaman ini makin memperluas wawasan global anggota serta mempererat tali persaudaraan Gerakan Pramuka,” tuturnya.

Secara umum, dukungan ORARI dalam pelaksanaan JOTA-JOTI Banyumas 2026 berjalan baik. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama dalam penataan kegiatan dan koordinasi antarlokasi karena jarak yang cukup berjauhan.

Kerja sama antara ORARI dan Gerakan Pramuka Banyumas diharapkan semakin kuat, tidak hanya dalam JOTA-JOTI, tetapi juga melalui berbagai kegiatan pendidikan, sosial, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penutupan JOTA-JOTI Banyumas 2026 bukan sekadar penanda berakhirnya kegiatan, melainkan pijakan untuk membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, santun dalam berkomunikasi, dan kuat dalam persaudaraan.

Ketika suara melintasi udara dan pesan menembus batas geografis, semangat kebersamaan tetap menjadi pengikat. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat, teknologi digunakan secara bijaksana, dan setiap ikhtiar pengabdian menjadi amal kebaikan di hadapan Allah SWT.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *