Gedung Berdiri, Ijin Ditangan dan Akhlak Ditempa, MI Ma’arif NU 1 Kalibagor Menjemput Masa Depan

0
IMG-20260903-WA0195

RTNews. Banyumas || Cahaya Maulid Nabi Muhammad SAW berpadu dengan rasa syukur atas lahirnya sebuah ikhtiar besar pendidikan Islam. Haflah Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakur peresmian MI Ma’arif NU 1 Kalibagor Yayasan Legowo Kendalisada digelar khidmat di halaman madrasah, Rabu malam (02/09/2026).

Kegiatan yang dimulai dengan tahlil haul massal, hadroh, penampilan siswa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, serta rangkaian sambutan tersebut dihadiri tokoh agama, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, LP Ma’arif NU, pengurus NU, Forkopimcam Kalibagor, pengasuh pesantren, wali murid, donatur, wakif, serta masyarakat.

Puncak kegiatan diisi tausiyah KH Zuhrul Anam Hisyam, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas. Ia mengajak jamaah memahami Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menghidupkan kembali keteladanan, akhlak, kasih sayang, toleransi, dan peradaban yang diwariskan Nabi.

Menurut Gus Anam, Rasulullah SAW berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat yang memiliki akhlak, aturan kehidupan, persaudaraan, dan peradaban. Karena itu, kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan melalui perubahan perilaku dan perjuangan membangun kehidupan yang lebih baik.

“Peringatan hari kelahiran Nabi bukan sekadar memperingati lahirnya seorang manusia, tetapi juga memperingati lahirnya ajaran-ajaran mulia dan peradaban agung,” pesan Gus Anam dalam tausiyahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Ibnu Asaduddin menyampaikan apresiasi atas perjuangan Yayasan Legowo Kendalisada, pengurus, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah mengantarkan MI Ma’arif NU 1 Kalibagor hingga memperoleh izin operasional. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan izin operasional madrasah secara simbolis.

“Insya Allah lulusan-lulusan MI ini akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” tutur Ibnu Asaduddin, seraya berharap madrasah tersebut menjadi tonggak sejarah pendidikan Islam di Kalibagor yang melahirkan anak-anak cerdas, bertakwa, dan berakhlak.

Ia menegaskan, berdirinya gedung dan hadirnya izin operasional bukanlah akhir perjuangan. Sarana pendidikan harus diiringi peningkatan mutu pembelajaran, profesionalisme guru, tata kelola madrasah, serta penguatan akhlakul karimah agar madrasah mampu menjadi benteng moral generasi di tengah perubahan zaman.

Pengasuh Yayasan Legowo Kendalisada, KH Slamet Subakhi, turut menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan. Perjalanan tersebut, menurutnya, merupakan buah perjuangan bersama yang melibatkan pengurus, masyarakat, donatur, wali murid, wakif, dan berbagai elemen yang memberikan dukungan.

Ketua panitia pembangunan/kegiatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan pembangunan dan pelaksanaan Haflah Maulid. Gedung yang telah diresmikan diharapkan segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kegiatan belajar-mengajar sekaligus aktivitas keagamaan masyarakat.

Haflah Maulid dan tasyakur peresmian itu akhirnya menjadi satu pesan besar, membangun gedung adalah ikhtiar menegakkan fondasi, sedangkan membangun akhlak adalah perjuangan menyiapkan masa depan. Dari Kalibagor, cahaya Maulid diharapkan terus menyala, menerangi perjalanan MI Ma’arif NU 1 Kalibagor dalam mencetak generasi berilmu, beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *