Festival Sisi Cai Sapoe di Desa Laladon, Angkat Budaya Sunda dan Ajak Generasi Muda Cintai Tradisi

0
IMG-20260912-WA0008

RTNews. BOGOR – Semangat melestarikan budaya Sunda ditunjukkan masyarakat Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, melalui Festival Sisi Cai Sapoe di Tatar Sunda yang digelar di Kampung Ciherang Kidul RW 02, Desa Laladon, Sabtu (12/9/2026).

 

Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya Sunda. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengenalkan tradisi dan kearifan lokal Sunda kepada generasi muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Ciomas, yakni Camat Ciomas Drs. Tirta Juwarta, Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia, perwakilan Koramil Ciomas, Kepala Desa Laladon beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta ribuan warga.

Kegiatan diawali dengan iring-iringan peserta karnaval yang disambut Aki Lengser bersama rombongan seni budaya Sunda. Suasana semakin meriah dengan berbagai penampilan yang mengangkat tradisi dan kesenian khas Sunda.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari panitia, Kepala Desa Laladon, serta Camat Ciomas. Berbagai penampilan budaya tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Laladon Rusmin mengaku bahagia melihat kekompakan dan semangat masyarakat dalam memeriahkan Festival Sisi Cai Sapoe. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal masih sangat kuat.

Rusmin juga mengapresiasi seluruh masyarakat dan pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan sekaligus pelestarian budaya Sunda dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Mulyana selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan adalah mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda.

“Festival ini untuk mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda. Kami ingin generasi sekarang tidak hanya mengetahui budaya dari cerita, tetapi juga dapat melihat dan merasakan langsung berbagai tradisi serta kesenian Sunda,” jelas Mulyana.

Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda agar budaya Sunda tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Festival Sisi Cai Sapoe diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana ngamumule budaya Sunda, sehingga seni, tradisi dan kearifan lokal tetap terjaga serta dikenal oleh generasi penerus.

(Herman jampang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *