Panen Terong dan Cabai, Santripreneur SMP Persada Tebuireng 17 Menginspirasi
RTNews. Banyumas – Semangat kemandirian dan kebermanfaatan kembali bersemi di lingkungan SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja. Melalui Program Santripreneur, para santri sukses melaksanakan panen terong dan cabai untuk ketiga kalinya pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis praktik yang menggabungkan pendidikan kewirausahaan, keterampilan hidup, serta pembentukan karakter santri. Sejak awal proses budidaya, para santri terlibat langsung mulai dari pengolahan lahan, penanaman, penyusunan jadwal piket, perawatan tanaman, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen.
Melalui pengalaman tersebut, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budidaya tanaman, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kesabaran, dan penghargaan terhadap setiap proses perjuangan.
Seluruh hasil panen terong dan cabai kemudian diserahkan kepada dapur Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 untuk diolah menjadi hidangan yang dinikmati bersama seluruh santri. Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa hasil kerja keras dapat menghadirkan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh keluarga besar pesantren.
Program budidaya semester genap ini mengusung tema “Sayur Buah” dengan fokus pada penanaman terong dan cabai. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan semester ganjil yang sebelumnya mengembangkan budidaya sayuran daun. Pada periode sebelumnya, santri juga dibekali pengalaman lengkap mulai dari proses produksi, pengemasan, pembuatan merek, hingga pemasaran hasil panen.
Salah satu peserta, Fathur dari kelas 7A, mengaku bangga dan bahagia mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa sangat senang ketika kegiatan panen, karena hasil kerja keras kami dalam merawat tanaman bisa berhasil dan dinikmati bersama. Semoga kegiatan Santripreneur ini terus berkembang agar kami bisa terus belajar sesuatu yang belum pernah kami pelajari sebelumnya,” ujarnya.
Berbeda dengan semester sebelumnya yang mengenalkan aspek kewirausahaan dan pemasaran, kegiatan budidaya semester genap lebih menitikberatkan pada nilai kepedulian sosial dan kebermanfaatan. Karena itu, seluruh hasil panen dihibahkan kepada dapur pondok dan tidak diperjualbelikan.
Program ini mengajarkan bahwa semangat berwirausaha tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga menjadi jalan untuk menebar kemaslahatan dan berbagi manfaat kepada sesama. Dari tanah yang diolah dengan kesungguhan, tumbuh pelajaran berharga tentang kerja keras, keikhlasan, dan pengabdian.
Panen Santripreneur ini menjadi gambaran indah lahirnya generasi santri yang mandiri, produktif, dan berjiwa entrepreneur. Di bawah naungan nilai-nilai kepesantrenan, mereka ditempa menjadi insan yang tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga tangguh dalam praktik, sehingga kelak mampu menjadi penerang umat dan penggerak kemajuan bangsa.
(Redaksi)


