Baru Beberapa Tahun, Jalan Cor Beton Gebang–Walikukun Rusak, Pengawasan Dipertanyakan

0

RTNews. NGAWI – Kondisi jalan cor beton (ready mix) di ruas Sekar Putih Walikukun, tepatnya di Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, menuai sorotan warga. Jalan yang baru beberapa tahun dibangun tersebut kini terlihat mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan tampak pada bagian tengah badan jalan yang mengalami retak memanjang dengan lebar sekitar 3 hingga 4 sentimeter dan kedalaman bervariasi.

Bahkan, di beberapa ruas, retakan terlihat menyebar sehingga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.Salah seorang warga sekitar, Warni, mengaku kerusakan jalan sudah mulai terlihat tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan.

Sekitar tiga bulan setelah selesai dibangun sudah mulai rusak. Sering ada anak sekolah yang jatuh dari motor karena selip saat melintas, ujarnya. saat ditemui di warung miliknya, Senin (25/5/2026)  Kerusakan jalan tersebut berada di ruas mulai dari jembatan hingga sebelah timur (SMPN 1) Widodaren dengan panjang kurang lebih satu Kilometer. Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas (PUPR) Kabupaten Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, menyebut pekerjaan jalan tersebut di duga merupakan bagian dari proyek yang berkaitan dengan pembangunan jalan tol.

Kalau tidak salah itu beton waktu pengerjaan jalan tol, yang arah Sekar putih itu ya,” katanya. melalui pesan WhatsApp. 

Fauzi juga mengakui bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan koordinasi bersama Dinas (PUPR) Namun ketika ditanya mengenai pengawasan kualitas pekerjaan sehingga jalan mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ya nanti itu kita perbaiki,” jawabnya singkat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih besar bagi pengguna jalan.

Selain itu, transparansi mengenai pelaksanaan proyek dan hasil pengawasan dinilai penting untuk memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun sesuai standar dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat

(Herman Soetiady)

Tinggalkan Balasan