Darurat Air! Intrusi Air Laut Lumpuhkan Intake Sungai Bilu, Banjarmasin Terancam Mati Total

0
IMG-20260822-WA0043

RTNews. BANJARMASIN — PT Air Minum Bandarmasih resmi mengeluarkan Pemberitahuan Keadaan Darurat. Penyebabnya, musim kemarau panjang memicu intrusi air laut ke Intake Sungai Bilu dengan kadar garam yang sangat tinggi dan terjadi sepanjang hari ini.
Kondisi tersebut memaksa (PAM) Bandarmasih menghentikan sementara proses produksi air dari intake Sungai Bilu. Akibatnya debit distribusi ke pelanggan menurun drastis. Jika kondisi tidak segera membaik, perusahaan memperingatkan potensi mati total aliran air di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.

Intake Sungai Bilu merupakan salah satu sumber utama pengolahan air baku (PAM) Bandarmasih. Setiap kali musim kemarau tiba, debit air sungai menurun sehingga dorongan air laut dari muara masuk lebih jauh ke hulu.

Kali ini intensitasnya lebih parah. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan kadar salinitas atau garam melampaui ambang batas yang bisa diolah instalasi. Memaksakan produksi berisiko merusak mesin dan membuat air yang sampai ke rumah warga tidak layak pakai.

Dampak langsungnya sudah dirasakan. Tekanan air melemah di sejumlah kecamatan, dan di titik – titik ujung jaringan aliran bahkan sudah tidak keluar sama sekali.

Menanggapi kondisi darurat ini, Humas (PAM) Bandarmasih Murjani mengimbau warga untuk segera menghemat penggunaan air.

Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan air melalui mobil tangki, dapat menghubungi Call Center dan WhatsApp Center PT Air Minum Bandarmasih di nomor (0511-3252541) atau (0811-515146) ujar Murjani.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan dan ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh pelanggan.

Ini murni karena faktor alam. Kami memahami betul air adalah kebutuhan pokok. Tim kami saat ini terus bekerja maksimal di lapangan untuk memantau kondisi intake dan mempercepat pemulihan pelayanan secepat mungkin,” tambahnya.

PT Air Minum Bandarmasih menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan menurunkan tim teknis untuk memantau perkembangan kadar garam di Sungai Bilu setiap jam. Produksi baru akan dijalankan kembali jika kadar garam sudah turun ke batas aman.

Perusahaan juga meminta warga bersabar dan bersama – sama melakukan penghematan. Menampung air saat masih mengalir, menunda kegiatan yang butuh banyak air, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan air tangki menjadi langkah penting saat ini.

(PAM) Bandarmasih berjanji akan memberikan informasi terbaru secara berkala melalui media sosial resmi dan call center.

Herman Soetiady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *