Prof Noor Achmad pimpin MUI Jateng 2026-2031
RTNews. Semarang – Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menetapkan Prof Dr KH Noor Achmad, MA sebagai Ketua Umum MUI Jawa Tengah periode 2026-2031 melalui rapat formatur yang digelar di Hotel Wahid, Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (11/06/2026).
Dalam sambutan perdananya, Prof Noor Achmad menyampaikan rasa syukur, terima kasih, dan penghormatan atas amanah besar yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin organisasi para ulama tersebut selama lima tahun ke depan.
“Terima kasih. Ini adalah perintah langsung dari Kiai Darodji dan seluruh peserta Musda. Tantangan MUI ke depan tidak ringan. Karena itu, kami membutuhkan dukungan, kebersamaan, dan sinergi dari semua pihak,” tegas Prof Noor Achmad.
Ia menekankan bahwa perkembangan kehidupan umat dan dinamika Islam di Indonesia menuntut MUI untuk semakin solid, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
“Kita harus merapatkan barisan. Dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari berbagai elemen agar roda organisasi MUI Jawa Tengah dapat berjalan lebih kuat dan memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, Dr KH Ahmad Darodji, MSi, menyampaikan pesan penuh haru saat menyerahkan estafet kepemimpinan. Ia mengenang perjalanan panjangnya bersama MUI sejak 1988 yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian dan kariernya.
“Saya mendapat modal yang sangat besar dari MUI. Karena dibesarkan oleh MUI, saya bisa mengemban amanah sebagai anggota DPRD Jawa Tengah hingga DPR RI. Jangan pernah nglokro. Teruslah berkhidmah untuk umat dan bangsa,” pesan Kiai Darodji.
Kiai Darodji juga menyatakan optimisme besar terhadap kepemimpinan Prof Noor Achmad yang dinilainya memiliki pengalaman luas di tingkat nasional. Menurutnya, rekam jejak dan kapasitas Prof Noor Achmad akan menjadi energi baru bagi kemajuan MUI Jawa Tengah.
“Insya Allah, dengan pengalaman yang dimiliki Pak Noor Achmad, MUI Jawa Tengah akan menjadi jauh lebih baik, semakin kuat, dan semakin bermanfaat bagi umat,” ungkapnya.
Penutupan Musda XI MUI Jawa Tengah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut Komisaris Independen Bank Syariah Nasional Lukman Khakim, Direktur Finance, Strategy and Treasury Abdul Firman, serta Branch Manager KC Semarang Sunar Wibowo. Dalam forum itu juga disampaikan paparan mengenai penguatan peran perbankan syariah dalam optimalisasi pengelolaan zakat.
Acara ditutup dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan di antara para kiai, ulama, serta peserta Musda. Suasana penuh ukhuwah itu menjadi simbol lahirnya semangat baru untuk memperkuat persatuan, menjaga marwah ulama, serta mengawal kemaslahatan umat menuju Jawa Tengah yang semakin religius, harmonis, dan berkeadaban.
(Redaksi)


