HUT ke-72 Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi: Teguhkan Amanat Agung, Bangun Gereja yang Berdampak bagi Bangsa
RTNews. Jakarta, 3 Agustus 2026 – Semangat syukur, persatuan, dan komitmen untuk terus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi (GPEC) yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Jalan Kramat Soka No. 4, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026).
Perayaan tersebut dihadiri para hamba Tuhan, pimpinan majelis, tokoh gereja, jemaat, serta perwakilan pemerintah. Hadir di antaranya Gembala Sidang GPEC Pdt. Wahyudi T. Sumolanang, M.A., Wakil Ketua Majelis Rhonny Kumontoy, perwakilan Bimas Kristen Provinsi DKI Jakarta Hemdan Harapan Nainggolan, Wakil Gembala Pdt. Brigjen (Purn.) TNI AD Harsanto Adi, serta Dr. Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., Direktur Urusan Agama Kristen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI.
Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th. menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik ataupun organisasi, melainkan persekutuan orang-orang percaya yang didirikan oleh Yesus Kristus di atas pengakuan iman kepada-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup. Mengacu pada Matius 16:18, ia menekankan bahwa selama Kristus menjadi dasar pelayanan, gereja akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan sosial, maupun dinamika kehidupan tidak boleh menggeser kebenaran firman Tuhan. Metode pelayanan boleh berkembang, tetapi Injil harus tetap menjadi fondasi utama.
Mengutip Yohanes 21:17, Pdt. Jason juga mengingatkan bahwa kasih kepada Kristus harus diwujudkan melalui kesetiaan menggembalakan, melayani, menginjili, dan mengasihi sesama. Ia menegaskan bahwa berdirinya sebuah gereja berawal dari perjanjian pribadi seorang gembala sidang bersama keluarganya dengan Tuhan, yang dipelihara melalui doa, pengorbanan, kesetiaan, dan ketaatan.
Sebagai tantangan rohani, Pdt. Jason mengajak seluruh jemaat mengambil komitmen untuk membawa sedikitnya satu jiwa kepada Kristus sepanjang tahun 2026.
«”Saya mengajak setiap jemaat mengambil komitmen iman. Tahun ini, bawalah minimal satu jiwa datang kepada Kristus. Jika setiap orang memenangkan satu jiwa, maka Kerajaan Allah akan terus bertumbuh dan semakin banyak orang mengalami kasih serta keselamatan di dalam Yesus Kristus.”»
Ajakan tersebut sejalan dengan tema pelayanan, “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku” (Matius 28:19), yang menegaskan bahwa penginjilan merupakan tanggung jawab seluruh orang percaya.
Dalam sambutannya, Hemdan Harapan Nainggolan, mewakili Bimas Kristen Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan ucapan selamat atas usia ke-72 Gereja Gerakan Pentakosta serta memberikan apresiasi atas perjalanan panjang gereja dalam melayani umat dan bangsa.
Ia mengajak seluruh jemaat memiliki semangat baru dalam mengemban Amanat Agung Kristus. Menurutnya, gereja tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga melahirkan pelayan-pelayan Tuhan yang berkualitas, berintegritas, dan menjadi berkat bagi Indonesia bahkan dunia.
Hemdan menegaskan bahwa gereja harus menjadi “pengutus” pelayan-pelayan Tuhan yang siap melayani berbagai daerah sehingga Injil terus diberitakan dan damai sejahtera Kristus semakin dirasakan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan doa agar Tuhan Yesus Kristus terus memberkati pelayanan GPEC, menguatkan para hamba Tuhan, serta menjadikan gereja tetap menjadi terang dan garam bagi Indonesia.
Sementara itu, Rhonny Kumontoy, Wakil Ketua Majelis GPEC, mengajak seluruh jemaat semakin mengasihi firman Tuhan karena firman yang diterima dengan sukacita akan menjadi kekuatan dalam kehidupan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, termasuk jajaran Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, para pembina gereja, tokoh-tokoh gereja, perwakilan organisasi pelayanan, serta insan pers, khususnya PEWARNA Indonesia, yang turut mendukung dan meliput rangkaian kegiatan.
Rhonny juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh gembala jemaat, keluarga besar Gereja Karunia, panitia, tim musik, worship leader, MC, multimedia, dokumentasi, dan seluruh pelayan yang telah mempersiapkan perayaan dengan penuh dedikasi.
Menurutnya, kemegahan acara bukanlah tujuan utama, melainkan ungkapan syukur atas kasih dan kesetiaan Tuhan yang telah memelihara gereja selama 72 tahun.
Pesan kebangkitan rohani juga menggema dalam rangkaian sambutan yang mengangkat refleksi dari Yehezkiel 37 tentang tulang-tulang kering (Dry Bones). Jemaat diajak percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan kembali gereja, keluarga, generasi muda, dan semangat pelayanan yang mulai melemah.
Disampaikan pula bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan ilahi untuk menjadi solusi bagi masyarakat, bukan bagian dari persoalan. Gereja dipanggil hadir membawa pengharapan, damai sejahtera, kasih, dan jawaban atas berbagai tantangan bangsa.
Refleksi mengenai makna PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) turut disampaikan melalui akrostik nilai pelayanan:
– P – Pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang menopang pelayanan.
– G – Garda terdepan dalam menjaga kesatuan gereja.
– P – Penantian akan penggenapan janji Tuhan.
– I – Indah pada waktunya ketika Tuhan menghadirkan damai dan kemuliaan-Nya.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Wahyudi T. Sumolanang, M.A. menegaskan bahwa perjalanan pelayanan GPEC selama 72 tahun merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan. Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman, kasih, kekudusan hidup, dan semangat melayani sehingga gereja semakin relevan dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya.
Perayaan HUT ke-72 GPEC menjadi momentum pembaruan komitmen seluruh jemaat agar semakin aktif dalam penginjilan, pemuridan, pelayanan sosial, serta menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Memasuki usia pelayanan yang ke-72, Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi meneguhkan tekad untuk terus berlandaskan firman Tuhan, menjaga kesatuan tubuh Kristus, membangun generasi yang takut akan Tuhan, serta menghadirkan kasih Allah bagi bangsa Indonesia.
Keterangan Foto:
Suasana ibadah syukur Hari Ulang Tahun ke-72 Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi (GPEC) di Jalan Kramat Soka No. 4, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026). Perayaan dihadiri para hamba Tuhan, pimpinan gereja, perwakilan pemerintah, dan ratusan jemaat sebagai momentum memperteguh komitmen melaksanakan Amanat Agung, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sebagai puncak rangkaian ibadah syukur HUT ke-72 Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi (GPEC), seluruh jemaat bersama para hamba Tuhan mengikuti Perjamuan Kudus sebagai wujud peringatan akan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Suasana ibadah berlangsung khidmat ketika roti dan anggur dibagikan kepada jemaat sebagai lambang tubuh dan darah Kristus yang menjadi dasar keselamatan bagi setiap orang percaya.
Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan Doa Iman Rasuli, di mana seluruh jemaat berdiri bersama mengikrarkan pengakuan iman Kristen sebagai peneguhan keyakinan kepada Allah Tritunggal serta komitmen untuk hidup setia kepada firman Tuhan.
Dengan berakhirnya ibadah syukur tersebut, seluruh jemaat diutus kembali ke tengah keluarga, tempat kerja, dan masyarakat untuk menghidupi tema “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku” (Matius 28:19). Memasuki usia ke-72, Gereja Gerakan Pentakosta Ecclesia Christi meneguhkan tekad untuk terus menjadi gereja yang bertumbuh dalam iman, setia melaksanakan Amanat Agung, menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan yang nyata, serta menjadi terang dan garam bagi bangsa Indonesia. Shalom.
(Magda)
