Mahasiswa KKN Universitas Riau Hadirkan Ikon Desa dari Ecobrick “PERHENTIAN LUAS”

0
IMG-20260811-WA0038

RTNews. KUANTAN SINGINGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau di Desa Perhentian Luas, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, menghadirkan ikon desa bertuliskan “PERHENTIAN LUAS” yang dibuat dari ratusan botol plastik bekas dan sampah plastik.

 

Ikon tersebut dipasang di depan Kantor Desa Perhentian Luas pada 30 Juli 2026. Selain menjadi penanda desa, karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Gagasan pembuatan ikon ecobrick muncul setelah mahasiswa melihat masih terdapat sampah plastik dan botol bekas di sejumlah lingkungan desa. Sampah plastik yang sulit terurai kemudian dimanfaatkan sebagai bahan utama ecobrick.

Dikumpulkan Selama Satu Bulan

Proses pembuatan dimulai pada 30 Juni 2026 dengan mengumpulkan botol plastik bekas dan sampah plastik dari lingkungan sekitar desa. Secara bertahap, mahasiswa bersama masyarakat mengumpulkan sekitar 500 hingga 600 botol plastik.

Sampah plastik yang terkumpul kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dimasukkan ke dalam botol hingga padat. Botol-botol tersebut selanjutnya disusun pada rangka huruf yang dibuat menggunakan besi.

Untuk memperkuat konstruksi, mahasiswa juga menggunakan pasir dan semen pada bagian kaki-kaki ikon. Setelah seluruh rangka dan susunan ecobrick selesai, ikon kemudian dicat sebelum dipasang di depan Kantor Desa Perhentian Luas.

Ketua KKN Desa Perhentian Luas, Muhammad Habib Multazam, mengatakan seluruh anggota kelompok terlibat dalam proses pembuatan ikon tersebut.

«“Setiap ada waktu luang setelah menjalankan program kerja yang lain, kami selalu menyempatkan untuk melanjutkan progres ecobrick ini. Ada yang mencari botol tambahan dan sampah plastik, menggunting sampah sebelum dimasukkan ke dalam botol, sampai mengecat botol yang sudah terisi penuh,” ujar Muhammad Habib Multazam.»

Menurutnya, proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa karena dikerjakan secara bersama-sama di sela pelaksanaan program KKN lainnya.

Ia berharap ikon tersebut dapat menjadi kenang-kenangan sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat Desa Perhentian Luas.

«“Tulisan PERHENTIAN LUAS ini kami persembahkan untuk warga. Harapannya, ketika kami sudah tidak berada di desa ini lagi, warga masih bisa mengingat kami melalui ikon ini,” katanya.»

Didukung Pemerintah Desa dan Masyarakat

Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Perhentian Luas dan masyarakat. Warga turut membantu dalam berbagai tahapan, mulai dari mengumpulkan botol plastik dan sampah, membantu pengelasan rangka besi, mengangkut bahan, penyemenan hingga membersihkan lokasi pemasangan.

Kepala Desa Perhentian Luas, Sasriadi, S.Pd., menyambut baik program mahasiswa KKN Universitas Riau tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi positif bagi desa.

«“Sudah lama tidak ada anak KKN di desa kami. Jadi ketika mahasiswa KKN Universitas Riau datang, tentu kami sangat mendukung program-program yang mereka lakukan untuk perkembangan desa,” ujar Sasriadi.»

Ia berharap ikon tersebut dapat menjadi identitas sekaligus penanda bagi Desa Perhentian Luas dan dapat dirawat oleh masyarakat.

«“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN karena sudah memikirkan perkembangan desa. Apa yang mereka buat ini mudah-mudahan bisa menjadi identitas baru bagi Desa Perhentian Luas dan dapat terus dijaga oleh masyarakat,” lanjutnya.»

Salah seorang warga yang membantu proses pengelasan rangka, Salmi, mengatakan dirinya ikut membantu setelah melihat kesungguhan mahasiswa dalam menyelesaikan program tersebut.

«“Karena melihat perjuangan mereka, hati saya tersentuh untuk membantu. Saya pikir kalau saya bisa membantu mengelas besinya, setidaknya biaya yang dikeluarkan mahasiswa bisa sedikit diminimalisir,” katanya.»

Edukasi Pengelolaan Sampah

Selain menjadi ikon desa, pembuatan ecobrick tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pemanfaatan sampah plastik. Ecobrick dapat dikembangkan menjadi berbagai produk sederhana, seperti kursi, meja maupun karya kreatif lainnya.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mengenal pemanfaatan sampah plastik melalui kegiatan kreatif dan produktif.

Bagi mahasiswa, proses pembuatan ikon juga menjadi sarana membangun kerja sama dan gotong royong bersama masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Ikon “PERHENTIAN LUAS” kini berdiri di depan Kantor Desa Perhentian Luas sebagai hasil kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Riau, pemerintah desa dan masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah karya yang memiliki fungsi sebagai penanda desa.

Adapun mahasiswa KKN Universitas Riau Desa Perhentian Luas terdiri dari: Muhammad Habib Multazam, Aisyah Deswita Candra, Shofi Yatur Rohmah, Dita Rahmadani, Reva Ratna Junita, Nadila Safitri, Bhimo Alfaricla, Riska Dwi Jayanti, Maudina Kurnia Sari, dan Arta Maria Tambunan.

(ROZI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *