*Kemerdekaan Itu Mahal*_ _Yohanes 8:36_
RTNews – Kemerdekaan Indonesia yang kita rayakan setiap tanggal 17 Agustus bukanlah hadiah yang jatuh dari langit.
Ia lahir dari harga yang sangat mahal, dibayar dengan darah, air mata, dan nyawa.
Di berbagai medan pertempuran, para pejuang berdiri dengan keberanian yang sering kali melampaui rasa takut mereka sendiri.
Dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, ribuan pejuang gugur dan banyak warga sipil menjadi korban demi mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.
Di Pertempuran Ambarawa, pasukan Indonesia bertahan dengan keterbatasan melawan kekuatan yang lebih lengkap.
Di Bandung Lautan Api, kota sendiri dibumihanguskan agar tidak jatuh ke tangan musuh.
Tidak sedikit yang harus meringgalkan keluarga, hidup dalam penderitaan, bahkan tidak pemah kembali.
Ada ibu yang kehilangan anak, istri yang ditinggalkan suami, dan anak² yang tumbuh tanpa ayah, semua demi satu kata: Merdeka!
Kemerdekaan memang tidak pernah murah.
Ia mengandung luka yang dalam, pengorbanan yang sunyi, dan kesetiaan yang tidak selalu terlihat.
Namun justru karena itulah, kemerdekaan menjadi begitu berharga.
Ia bukan sekadar status sebuah bangsa, tetapi warisan dari mereka yang rela memberikan segalanya.
Ketika kita hari ini hidup dalam kebebasan, sesungguhnya kita sedang berdiri di atas jejak pengorbanan orang lain.
_Pertanyaannya bagi kita sekarang:_
_Apakah kita masih menghargai harga yang telah mereka bayar itu?_
_Seperti bangsa ini menebus kebebasannya dengan darah para pejuang, demikian pula kemerdekaan rohani kita ditebus dengan darah yang jauh lebih berharga, darah Kristus!_
_Di kayu salib, Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung, agar kita dibebaskan dari kuasa dosa yang memperbudak hati._
_”Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar² merdeka.”_
Inilah kemerdekaan yang tidak bisa diberikan oleh dunia, karena ia bukan hasil perjuangan manusia, melainkan anugerah Allah yang lahir dari kasihNya.
Maka setiap kali kita mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kemerdekaan, kiranya hati kita juga terarah kepada salib, tempat di mana kemerdekaan sejati dimulai.
_Sebab di sanalah kita diingatkan:_
*_Kebebasan terbesar bukanlah bebas dari penjajahan luar, tetapi bebas dari dosa yang memisahkan kita dari Allah._*
_Dan hanya di dalam Kristus, jiwa yang terbelenggu akhirnya benar² merdeka._
_Namun kemerdekaan itu bukan akhir, melainkan awal dari hidup yang baru._
*_Kita dipanggil untuk berjalan dalam terang kasihNya, meninggalkan cara hidup lama yang membelenggu kita._* *_Kemerdekaan dalam Kristus bukan berarti bebas tanpa batas, tetapi hidup di bawah hukum kasih yang memulihkan._*
_Dunia mungkin menjanjikan kebebasan yang memuaskan diri, tetapi hanya Kristus yang memberi kebebasan yang memulihkan jiwa._
*_Maka, marilah kita menjaga kemerdekaan itu dengan ketaatan dan syukur, agar hidup kita menjadi kesaksian bahwa darah Kristus telah memerdekakan kita!_*
_@MS_
_*Karena kemerdekaan dalam Kristus itu mahal, maka hiduplah seturut dengan nilai² Krisus.*_
_DOA_
_Bapa, ajar kami menghargai kemerdekaan yang Engkau berikan di dalam Kristus._
_Tolong kami untuk dapat hidup seturut kehendakMu._
_Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa._
_Amin._
_*Selamat Merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 81*_
_Tetap Semangat, Sehat dan Sukacita_
(Magda)
