Haflah Akhirussanah Tebuireng 17 Sokaraja: Santri Berkarya, Maulid Menggetarkan Jiwa

0
IMG-20260907-WA0213

RTNews. Purwokerto || Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja menggelar Haflah Akhirussanah sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selama empat hari, Kamis–Minggu, 3–6 September 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman pondok pesantren dan diikuti santri, guru, karyawan, wali santri, tamu undangan, serta masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan dibuka Kamis malam (03/09/2026) dengan lantunan sholawat, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian oleh Ustadz Ahmad Lukito. Kegiatan berlanjut Jumat (04/09/2026) melalui sima’an Al-Qur’an dan kitab, sholawat, Maulid Nabi serta pengajian K.H. Irchamni.

Pada Sabtu (05/09/2026), kegiatan diisi sima’an Al-Qur’an, Khotmil Qur’an dan Khotmil Kutub. Malam harinya, kreativitas santri mengemuka melalui pentas seni berupa tari, drama, story telling empat bahasa, Jawa, Indonesia, Inggris dan Arab, paduan suara, menyanyi dan berbagai pertunjukan lainnya.

Kepala SMP Persada Insan Nusantara, K.H. Mohammad Husain, S.Pd., M.Pd., mengatakan Haflah Akhirussanah bukan sekadar penutup pembelajaran, tetapi ruang bagi santri untuk bertumbuh.

“Kegiatan ini sangat penting bagi seluruh santri. Tidak hanya menjadi momentum menutup rangkaian pembelajaran selama satu tahun, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas dan keberanian mereka. Melalui pentas seni, santri belajar tampil percaya diri, bekerja sama dan menunjukkan bakat yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan positif sekaligus mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.

Semangat serupa dirasakan Aulia, salah seorang santri yang tampil dalam pentas tari. Baginya, panggung Haflah menjadi ruang untuk belajar sekaligus berani menunjukkan potensi.

“Saya sangat senang bisa ikut tampil dalam pentas seni ini. Saya bisa mengembangkan dan menunjukkan bakat yang saya miliki, sekaligus belajar lebih percaya diri saat tampil di depan banyak orang. Rasanya senang sekali ketika bisa memberikan penampilan terbaik bersama teman-teman,” ujar Aulia.

Puncak kegiatan berlangsung Minggu malam (06/09/2026), mulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Acara diawali pembacaan Maulid Nabi, tahlil, sambutan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Malam puncak juga diisi pemutaran dokumentasi kegiatan Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, SMP Persada Insan Nusantara, PT SUFI dan Batik Anto Djamil, disertai penayangan film serta pemberian penghargaan kepada Faiz Musyafa dan tim atas prestasi Juara I tingkat nasional lomba pembuatan film bagi santri se-Indonesia yang diselenggarakan PBNU.

Nuansa kebangsaan dan pesantren kemudian berpadu melalui lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan dan Mars Tebuireng. Acara ditutup pengajian K.H. Tahrir Ubaidillah, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Kemranjen, yang disampaikan melalui media seni wayang kulit.

Haflah Akhirussanah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus panggung syukur. Di sana, kecintaan kepada Rasulullah SAW berjalan beriringan dengan apresiasi terhadap prestasi, kreativitas dan keberanian santri untuk terus berkarya.

Dari pesantren, ilmu dirawat; dari panggung santri, bakat ditempa; dan dari kecintaan kepada Rasulullah SAW, semangat menebar kebaikan terus dinyalakan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *