Sosok Rudy Ariffin di Mata Saidi Mansyur: Pemimpin yang Santun, Santai Tapi Tegas

0
IMG-20260907-WA0025

RTNews. KALSEL – Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengenang almarhum H Rudy Ariffin sebagai sosok pemimpin yang santun, ramah, santai, tetapi tetap tegas dalam menjalankan pemerintahan.

Rasa kehilangan itu disampaikan Saidi Mansyur setelah mengikuti salat fardhu kifayah untuk jenazah Rudy Ariffin di Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Minggu (6/9/2026) sore.Saidi menyampaikan belasungkawa atas nama Pemkab Banjar dan masyarakat Kabupaten Banjar.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Bapak H Rudy Ariffin. Beliau mantan bupati dan mantan gubernur juga dua periode, kata Saidi.

Menurutnya, Rudy Ariffin meninggalkan kesan mendalam melalui karakter dan rekam jejaknya selama memimpin.

Ia menilai almarhum merupakan figur yang mampu menjaga wibawa sebagai pemimpin tanpa kehilangan kedekatan dengan masyarakat.

Sosok beliau tentu terkenal dengan kesantunan dan keramahan beliau. Dan yang paling saya ingat, beliau orangnya santai namun tegas, kenangnya.

Ia mengatakan, sikap dan rekam jejak Rudy Ariffin menjadi pelajaran bagi para pemimpin daerah saat ini. Hasil pembangunan yang ditinggalkan semasa memimpin juga dinilainya sebagai bagian dari warisan yang perlu dijaga dan dilanjutkan.

Ia mengaku secara pribadi banyak mendapatkan pelajaran dari Rudy Ariffin, khususnya mengenai pemerintahan.

Hubungan tersebut juga tidak terlepas dari latar belakang keduanya yang pernah berada dalam satu partai politik.

Kami juga pernah banyak belajar dari beliau. Dulu kan kita satu partai. Tentu banyak hal yang diajarkan oleh beliau tentang pemerintahan, ungkapnya.

Dekat dengan Ulama dan Masyarakat

Selain pengalaman dalam pemerintahan, Saidi juga menilai bahwa Rudy Ariffin memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat Kabupaten Banjar.

Hubungan almarhum dengan para ulama dan tokoh agama juga menjadi salah satu hal yang paling dikenang, tuturnya.

Ia mengungkapkan, kedekatan tersebut menunjukkan karakter Rudy Ariffin sebagai pemimpin yang mampu membangun hubungan dengan berbagai lapisan masyarakat.

Perilaku dan sikap beliau ini menjadi teladan bagi kami selaku pimpinan daerah. Apapun yang menjadi peninggalan beliau, tentu kita sebagai regenerasi ini juga harus mengikuti jejak beliau dengan baik, ucapnya.

Saidi menyebut kepergian Rudy Ariffin menjadi kehilangan besar bagi Kabupaten Banjar.

Kedekatan beliau dengan para ulama, para tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Banjar ini sungguh banyak. Kita sangat kehilangan, tuturnya.

Atas nama Pemkab Banjar dan masyarakat, Saidi kemudian menyampaikan doa untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

Ia berharap, seluruh kekhilafan dan kesalahan Rudy Ariffin mendapat ampunan dari Allah SWT. Ia juga mendoakan keluarga almarhum diberikan ketabahan.

Apapun yang menjadi kekhilafan dan kesalahan beliau diampuni oleh Allah SWT. Serta doa terbaik agar keluarga diberikan ketabahan, ujarnya.

Jenazah Dimakamkan di Landasan Ulin

Sebelumnya, jenazah H Rudy Ariffin disalatkan ribuan jemaah di Masjid Agung Al-Karomah Martapura seusai salat Ashar, Minggu sore.

Setelah prosesi fardhu kifayah selesai, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, untuk dimakamkan di samping makam istrinya.

Kepergian Rudy Ariffin meninggalkan duka bagi keluarga, masyarakat, serta sejumlah tokoh dan jajaran pemerintahan yang mengenal kiprahnya selama menjadi Bupati Banjar dan Gubernur Kalimantan Selatan.

(Herman Soetiady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *