Cegah Stunting, KUKERTA UNRI Kenalkan Bola-Bola Ikan Patin di Rantau Panjang Kiri Hilir

0
IMG-20260725-WA0000

RTNews. Rokan Hilir, Jum’at 24 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau melaksanakan program kerja berupa sosialisasi dan demonstrasi pengolahan ikan patin menjadi bola-bola ikan yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Hilir, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak melalui pemanfaatan ikan patin sebagai bahan pangan lokal yang kaya nutrisi guna mendukung upaya pencegahan stunting.

Program tersebut dipimpin oleh Ketua Kelompok KUKERTA Universitas Riau, Natan Christofel Simanjuntak, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Muhammad Andry Kurniawan, serta mendapat dukungan dari Penghulu Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Hilir, Rusli Karim. Kegiatan diikuti puluhan ibu yang hadir dalam pelayanan Posyandu dengan antusias.

Selain mengikuti pemeriksaan kesehatan balita, para peserta juga aktif menyimak materi, berdiskusi, serta mengikuti demonstrasi pengolahan ikan patin menjadi bola-bola ikan sebagai salah satu alternatif makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein anak.

Kegiatan diawali dengan partisipasi mahasiswa KUKERTA dalam membantu pelaksanaan Posyandu, mulai dari proses pendaftaran peserta, penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, hingga pendampingan pelayanan kesehatan. Setelah rangkaian Posyandu selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting.

Dalam pemaparannya, Anneta Theopilia Purba menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan asupan protein hewani sejak dini menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Anneta juga memaparkan bahwa ikan patin merupakan salah satu sumber pangan lokal yang memiliki kandungan protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, vitamin, dan berbagai mineral yang berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, pengolahan ikan menjadi produk yang lebih menarik, seperti bola-bola ikan, dapat meningkatkan minat anak untuk mengonsumsi ikan sehingga kebutuhan gizinya dapat terpenuhi.

Pada sesi demonstrasi, Anneta bersama anggota KUKERTA memperagakan secara langsung tahapan pembuatan bola-bola ikan, mulai dari pemilihan ikan patin segar, penggilingan daging ikan, pencampuran bumbu dan bahan pendukung, hingga pembentukan adonan menjadi bulatan. Untuk efisiensi waktu, adonan telah dipersiapkan sebelumnya. Selanjutnya, peserta diperlihatkan proses penggorengan hingga bola-bola ikan matang dan siap disajikan.

Melalui demonstrasi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap tahapan pengolahan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah sebagai salah satu pilihan menu bergizi bagi keluarga.

Sebagai bentuk edukasi sekaligus pengenalan produk, mahasiswa KUKERTA juga membagikan bola-bola ikan kepada para ibu peserta Posyandu. Produk tersebut mendapat respons positif. Sejumlah peserta mengaku menyukai cita rasa dan teksturnya, bahkan menyatakan tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah sebagai menu sehat bagi anak dan keluarga.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak interaktif dan penuh antusias. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kandungan gizi ikan patin, teknik pengolahan yang tepat, hingga cara penyimpanan produk agar tetap aman dan berkualitas. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau tidak hanya memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Program ini diharapkan menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan bergizi demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs Desa Nomor 2 (Desa Tanpa Kelaparan) melalui upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, serta SDGs Desa Nomor 3 (Desa Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak berbasis pemanfaatan potensi pangan lokal.

Keberhasilan pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota Kelompok KUKERTA Universitas Riau di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Hilir, yaitu Natan Christofel Simanjuntak, Alwi Sihab, Aulia Andini, Fitria Hardisti, Anneta Theopilia Purba, Anestia R. Uli Lumban Gaol, Yuristio Paguh Admaja Purba, Ragil Ananda Zetha, Luthfiya Aqila Sahara, dan Fila Rojita, yang bersama-sama mempersiapkan, melaksanakan, serta mendampingi jalannya kegiatan hingga berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

(ROZI)

Tinggalkan Balasan